VIDEO #1 (Maret) - 29 cara untuk menjadi kreatif

BEM REMA UNY Melekat

Rabu, 17 Februari 2010

“ Cinta adalah komunikasi, maka dia harus diungkapkan. Sehingga, setiap kata dan keputusan bias dipastikan. Tidak bisa ditolak lagi…” Begitulah staff ahli provokasi, Triyono Puspitonegoro mengatakan pandangannya tentang BEM REMA UNY ‘melekat’. Bukan dalam hal merekatkan kertas dengan lem, tetapi merekatkan kinerja antar BEM seluruh UNY. Berharap bahwa Warga REMA bias mendukung program rector, dari UNY untuk Indonesia. Dan hal itu hanya bias terwujud bila mahasiswa yang ada di dalamnya bias mempertahankan embel-embel mahasiswa ‘aktif-nya’.

Karena, tugas yang dihadapi para aktivis tidaklah mudah. Dalam setiap geraknya, harus terencana dan terorganisir dengan baik. Tentu saja hal ini akan terwujud apabila semua elemen pendukung kekuatan besar itu bias bekkerjasama dengan optimal. Begitulah misi yang diusung BEM REMA UNY dalam program melekat-nya, mengenal lebih dekat. Berusaha untuk langsung turun ke bawah terkait dengan koordinasi dan untuk mengangkat isu-isu nasional, terutama dalam hal pendidikan.

Bahwa jika kita berbicara tentang pendidikan, maka kita tidak bicara tentang barang. Kita bicara tentang pencerdasan dan pemanusiaan manusia, begitulah tambah Hasbi, ketua BEM FIP UNY 2010. Isu pendidikan menjadi sangat krusial jika kita kaitakn dengan kemajuan bangsa. Bagaimanapun, kaderisasi yang baik melalui pendidikan akan membuat bangsa ini semakin berkembang.

Pendidikan memiliki peranan penting dalam mengubah perilaku pemimpin bangsa di masa depan. Jika masih sama, maka hasilnya pun tak akan beda jauh. Berbeda halnya jika ada sedikit perubahan dalam pelaksanaan dan pengolahan manajemen, hasil dan kemungkinannya ada dua yaitu meningkat, atau gagal.

Kegagalan memang sebuah aib, tetapi lebih bodoh lagi jika dalam pendidikan tidak ada yang namanya dinamika. Dia dibutuhkan sebagai katalis dalam membangun keilmuan. Bukan untuk kepentingan keilmuan dalam arti sempit, tetapi dalam hal memperluas kajian ilmu pendidikan. Terutama dalam hal kemungkinan menuangkan pemikiran-pemikiran ideologis itu ke dalam sebuah tindakan praktis.

Pada kesempatan ini, ketua BEM REMA UNY, Fiqi Ahmad tidak dapat hadir karena sedang berada di luar kota. Dari ormawa FIP, hanya perwakilan dari DPM, Hima PGSD dan UKMF Reality saja yang hadir. Hal ini terkait dengan kedatangan yang sedikit tertunda karena hujan yang cukup deras.

Pada intinya, BEM REMA siap untuk menampung keluh kesah dan keinginan BEM masing-masing fakultas untuk mendukung sebuah Negara mahasiswa bernama Republik Mahasiswa (REMA). Sebuah cita-cita ideologis untuk membangun pemikiran kritis mahasiswa. Tentu saja bagi orang-orang yang tahu. Semakin dekat, semakin erat dan semakin melekat.


Isdiyono, Kepala Bidang Media dan Jaringan
UKMF Penelitian Reality


READ MORE - BEM REMA UNY Melekat

Akhirnya, Pengurus Ormawa 2010 Dilantik

Senin, 15 Februari 2010

Dengan proses yang cukup panjang dan melelahkan, akhirnya pengurus ormawa periode 2010 telah disahkan. Bertempat di Gedung Abdullah Sigit yang dingin, acara pelantikan dilakukan. Untukmenyongsong momen pergantian kepengurusan. Tentu saja mengemban visi yang tak mudah diwujudkan, meski telah dijabarkan dalam sebuah misi.

Tanggung jawab terbesar adalah ketika amanah itu dijalankan. Bahwa tidak akan mudah untuk menjaga konsistensi gerakan organisasi. Butuh perjuangan dan pengorbanan, baik dari segi moral maupun materiil. Istilahnya, bagi yang tak mau berjuang untuk ormawa, lebih baik dugem atau bersenang-senang saja.

Ormawa bukanlah tempat bersenang-senang ataupun tampet menyalurkan ambisi komersial. Ormawa dibangun untuk pembelajaran, sekaligus pembentukan watak seorang mahasiwa. Watak seorang pemimpin, bukan watak mahasiswa ecek-ecek.

Memang, menjadi pengurus ormawa, pasti mendapat cibiran sebagai mahasiswa yang kurang kerjaan, bodoh karena tidak menikmati masa-masa muda, dan alas an-alasan serupa. Padahal, dari sinilah seorang pemimpin masa depan itu terbentuk. Kondisi organisasi yang keras membutuhkan keteguhan hati dan konsistensi antara hak dan kewajiban seorang mahasiswa.
Dalam pidatonya, Prof. Dr. Ahmad Daldiri M.Hum. mengatakan bahwa harus ada keseimbangan dalam peningkatan kapasitas seorang mahasiswa. Menjadi mahasiswa tidak hanya mengembangkan aspek knowledge-nya (pengetahuannya) saja, tetapi juga values (nilai-nilai) dan attitude (sikap). Inilah yang sebenarnya dibidik dalam kegiatan ormawa.


Tentu saja ini adlaah tugas berat bagi para mahasiswa yang berkecimpung di dalamnya. Meerka harus membagi antara waktu kuliah, mengerjakan pekerjaan sehari-hari, menyelesaikan tugas kuliah, berpikir kreatif, memperdalam keimanan dan memperbaiki kepribadian. Tuntutan ini bukanlah hal yang mudah untuk diwujudkan dalam sebuah tindakan. Tetapi, tak ada yang tidak mungkin. Berpikir, berdiskusi, mengembangkan pengetahuan dan menyebarluaskannya adalah tanggung jawab seorang mahasiswa. Melalui ormawa ini, mahasiswa dapat mengimplementasikannya dalam tindakan nyata. Wallahu a’lam.




Kabid Media dan Jaringan Reality 2010


READ MORE - Akhirnya, Pengurus Ormawa 2010 Dilantik

Seminar dan Workshop PKM-AI dan GT

Minggu, 14 Februari 2010


Kantor Lemlit yang terletak di sebelah utara dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi terlihat sedikit berbeda. Ada keramaian yang ditandai dengan banyaknya sepeda motor yang parkir di depan gedung. Ketika masuk ke dalam, langsung disambut senyum oleh seorang cewek, Essy namanya, dan dipandu jika meresa kebingungan.

Pagi ini memang ada sebuah acara yang diadakan oleh UKMP UNY terkait dengan adanya moment pengumpulan PKM (Pekan Kreativitas Mahasiswa). Pukul 08.30 acara sudah dimulai, ditandai dengan MC yang mengeluarkan suara emasnya. Sambutan demi sambutan mengalir. Seolah meyakinkan pada para hadirin bahwa banyaknya mahasiswa yang hadir adalah salah satu indicator keberhasilan acara mereka.

Bahwa penelitian menjadi sebuah hal yang menarik, meskipun dengan sedikit paksaan ketika mengajak mahasiswa untuk mau meneliti. Penelitian memang harus menjadi kebiasaan mahasiswa sebagai tanggung jawab dalam perkembangan keilmuan. Pendidikan, ataupun ilmu pengetahuan tidak akan berkembang tanpa adanya penelitian.

Kenyataan ini sesuai dengan kodrat mahasiswa sebagai seorang intelektual muda. Mahasiswa tidak hanya dituntut untuk mendalami bidang penelitiannya. Tetapi juga dalam hal kontribusi, Pak Hermanto menyebutnya sebagai ranah aksiologi. Dalam sambutannya membuka acara, beliau menyampaikan bahwa kemampuan mahasiswa tidak hanya dalam ranah ontologis dan epistemology saja, tetapi dalam ranah aksiologi, tindakan nyata.

Perlombaan adalah sebuah momen bagi seorang mahasiswa untuk mengekspresikan pemikirannya. Perlombaan adalah peluang, untuk mengatrol prestasi. Kelemahan dan kemalasan hanyalah sebuah sikap yang akan menghambat peluang.

Penelitian tidak hanya memberikan kepuasan prestasi saja, tetapi juga memberikan sebuah kenikmatan bagi mahasiswa. Hal ini terkait dengan diskusi sebagai kebiasaan yang sudah seharusnya menjadi ruh gerak mahasiswa.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penjelasan tentang tata cara dan hal-hal kecil tetapi penting dan merupakan kesalahan yang fatal. Sistematika penulisan. Ya, bahwa ketika kita menulis tanpa mengikuti cara yang benar, maka pada tahap seleksi pertama, ide kita hanya akan menjadi sampah.

Tanya jawab sedikit memberikan pencerahan seputar penelitian, motivasi dan kemauan untuk mencoba membuat rencana penelitian. Keinginan tanpa gerak tangan untuk menulis dalah omong kosong.

Selesai Tanya jawab, adalah momen workshop. Inilah acara inti yang sebenarnya menjadi ruh kegiatan. Setiap peserta dibentuk kelompok-kelompok kecil. Kemudian melakukan simulasi sederhana tentang pembuatan artikel PKM GT. Bahwa dari hal-hal kecil inilah, kemudian bisa menjadi sebuah ide yang brilian dan luar biasa.

Dalam kegiatan ini, dibentuklan kegiatan presentasi tentang ide-ide yang mampir dan mungkin bias diwujudkan menjadi sebuah gagasan tulis. Hingga akhirnya bias memberikan sebuah sumbangan bagi kemajuan ilmu pengetahuan. Menulis adalah kewajiban mahasiswa, segera atau tidaknya menulis adalah sebuah pilihan. Dengan menulis, maka kita telah menyumbangkan pemikiran kita. Menyebarkan ilmu pengetahuan sebagai bagian dari kontribusi mahasiswa dalam aktivitasnya. Tidak hanya mahasiswa yang biasa-biasa saja, tetapi luar biasa.

Akhir kata, mari menulis!!!

Kepala Bidang Media dan Jaringan

READ MORE - Seminar dan Workshop PKM-AI dan GT

Impian Itu Adalah : Mendukung Penelitian

Kamis, 11 Februari 2010

Awalan adalah sebuah pijakan untuk menentukan langkah apa yang akan diambil ke depan. Berawal dari sebuah mimpi, cita-cita secara perlahan mulai diwujudkan. Tentu saja melalui tahapan-tahapan yang membutuhkan perbaikan. Setiap detiknya sarat akan persiapan yang berusaha dimaksimalkan.Tak ada kata mundur, kepastian adalah menatap masa depan dengan penuh optimis. Itulah makna pelantikan, sebagai salah satu langkah dalam mewujudkan mimpi itu.
Begitulah yang dapat kita resapi bersama tentang makna pengukuhan pengurus ormawa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta ini. Mulai dari himpunan mahasiswa yang ada di pusat, wilayah 1, 2 dan wates, UKM Fakultas, DPM dan Badan Eksekutif Mahasiswa. Sebuah tanggung jawab baru telah dimulai, untuk mengemban amanah suci atas terciptanya iklim organisasi yang kokoh di tingkat fakultas.
UKMF Reality memanfaatkan momentum ini untuk memperkenalkan diri sebagai bagian dari keluarga besar organisasi mahasiswa FIP. Dengan latar belakang penelitian, Reality berusaha untuk mendukung kegiatan mahasiswa dalam bidang bakat dan minat, khususnya di bidang penulisan ilmiah. Tentu saja dengan persiapan yang direncanakan seoptimal mungkin.
Penelitian sebagai salah satu bidang bakat dan minat adalah sebuah instrument penting mahasiswa dalam mengembangkan keilmuannya. Sehingga tidak salah jika penelitian menjadi salah satu komponen dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Penelitian adalah fase kedua setelah pendidikan. Penelitian sebagai kepanjangan tangan dari pengamalan ilmu yang didapat mahasiswa di bangku perkuliahan. Aktivitas ini adalah sebagai bukti bahwa ilmu tidak hanya dimiliki oleh para intelektual muda, tetapi harus ditransfer pada masyarakat.
Dalam usaha mewujudkan hal teresebut, UKMF Penelitian Reality bergerak secara beersama-sama. Dengan kinerja pengurus, didukung penuh oleh pihak fakultas dalam kebijakan, kemahasiswaan dalam hal pendanaan dan seluruh civitas akademika FIP UNY, UKMF Penelitian Reality berusaha memberikan yang terbaik. Tanpa adanya hubungan yang sinergis dalam masing-masing komponen, maka mimpi itu tinggal menjadi sebuah harapan kosong.
Reality berusaha seluas mungkin untuk membudayakan aktivitas berpikir ilmiah dalam lingkungan kampus. Tentu saja sesuai dengan kapasitasnya, mengingat banyak kritik dari masyarakat bahwa mahasiswa sudah kehilangan fungsinya. Kurangnya ruang diskusi menjadi sorotan tajam dalam aktivitas kemahasiswaan. Kalau kita ingat sejarah masa lalu, lulusan mahasiswa adalah menjadi seorang pemimpin di bidangnya masing-masing. Meenjelma sebagai tokoh nasional yang berjuang untuk bangsanya. Sekarang, lulusan mahasiswa tak lebih menjadi seorang job hunter, minim kemampuan berpikirnya.
Melalui penelitian, Reality berusaha memberikan paradigma pada teman-teman mahasiswa untuk sedikit mengubah pandangan. Bahwa masih banyak yang dapat kita lakukan untuk masyarakat ketika menjadi mahasiswa. Idealisme yang kokoh adalah salah satu indikatornya, sebagai kaum intelektual muda. Namun, idealisme itu harus didukung dengan nilai-nilai keilmiahan yang akurat. Jangan sampai ada mahasiswa yang berkata tanpa fakta ketika berbicara mengenai keilmuannya.
Reality hadir dan merangkul seluruh mahasiswa FIP UNY yang ingin berpartisipasi dalam penelitian, baik sebagai pengurus maupun anggota dan mahasiswa umum. Dengan segala keterbatasannya, Reality berusaha untuk mewujuskan mimpi-mimpi itu. Berusaha membudayakan aktivitas penelitian di kampus pendidikan tercinta ini. Karena harapan itu masih ada.
Isdiyono, Kepala Bidang Media dan Jaringan UKMF Penelitian Reality
READ MORE - Impian Itu Adalah : Mendukung Penelitian